Reni Astuti’s Blog
Bersih, Peduli dan Profesional

Mei
25

Kondisi aktual dan faktual Bangsa Indonesia saat ini menunjukkan bahwa hak-hak dasar Perempuan Indonesia termarjinalkan.   Perempuan masih mengalami beberapa problema diantara rendahnya kualitas hidup perempuan, rendahnya derajat kesehatan bagi perempuan serta meningkatnya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Rendahnya kualitas hidup perempuan terlihat tingginnya angka buta aksara.  Pada tahun 2006, penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang buta aksara menurun 8,07 persen atau 12.881.080 orang. Dari jumlah tersebut, 68,5 persennya adalah perempuan (Depdiknas, 2006). Penduduk Indonesia yang masih buta aksara umumnya berdomisili di pelosok pedesaan maupun di daerah-daerah terpencil. Faktanya, dari 12,8 juta penduduk yang buta aksara, sebanyak 10,4 juta (81,2 persen) berada di 10 provinsi. Berturut-turut sesuai jumlah buta aksara terbanyak, 10 provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Banten, Bali, dan Lampung.

Kemiskinan juga masalah krusial yang berpengaruh pada kualitas hidup perempuan.  Pada tahun 2006, BPS memperkirakan hampir 17,4% dari total penduduk Indonesia masih hidup dalam kondisi miskin.  Keluarga miskin umumnya tidak mementingkan pendidikan bagi anaknya terutama anak perempuan akhirnya mereka tidak bisa mengenyam pendidikan yang seharusnya menjadi haknya.

Rendahnya derajat kesehatan bagi perempuan tampak pada masih rendahnya kesehatan reproduksi perempuan yaitu tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan rendahnya status kesehatan ibu hamil.  AKI di Indonesia masih tertinggi di Asean, yaitu 307 per 100.000 kelahiran dan kesehatan balita yang masih terpuruk (Data Badan Pusat Statistik tahun 2002 sebanyak 25,8% balita Indonesia mengalami kurang  gizi).  Tingginya AKI menggambarkan masih rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk.

Momentum Menjadi Lebih Baik : Perempuan Cerdas, Sehat dan Sejahtera

Momentum hari Ibu yang juga merupakan hari peringatan Konggres Perempuan ke-80, hendaknya membangkitkan semangat untuk memberikan yang terbaik buat Perempuan Indonesia.   Jika perempuan adalah tiang negara, bagaimana negara ini mampu berdiri kokoh jika tiangnya masih rapuh dan kurang diperhatikan.  Apalagi perempuan sangat berperan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa.  Ingatlah  bahwa perempuan adalah ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih baik untuk masa depan bangsa.

Mewujudkan perempuan cerdas, sehat dan sejahtera adalah solusi bijak jika kita ingin bangsa ini memiliki harkat dan martabat yang baik dan disegani oleh negara lain.  Pemerintah bersama segenap elemen masyarakat harus memprioritaskan program-program yang berdampak pada terwujudnya perempuan yang cerdas, sehat dan sejahtera.

Perempuan Indonesia Cerdas adalah perempuan Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya, memiliki keterampilan hidup (life skill) sehingga mampu hidup mandiri mampu menolong diri sendiri sehingga tidak mudah dikelabui atau dijadikan obyek kekerasan.  Dalam hal ini diperlukan program/ kebijakan diantaranya : Peningkatan pendidikan formal bagi perempuan; peningkatan kesadaran terhadap hak dan kewajiban serta Peningkatan kemampuan life skill perempuan. 

Dengan Kecerdasan yang dimilikinya, perempuan Indonesia dapat menjadi perempuan yang berdaya yaitu perempuan yang mampu berperan aktif dan memberikan kontribusi positif melalui gagasan dan karya bagi kemajuan bangsa, mampu bersikap kritis bagi kebijakan publik yang merugikan dan mengancam kehidupan bangsa, mampu meningkatkan peran perempuan di lembaga pengambil kebijakan dan memberikan jaminan bagi penyaluran aspirasi perempuan dan keluarga, mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan serta melakukan pembelaan atas pelanggaran yang ada, dan mampu melakukan penolakan atas upaya-upaya eksploitasi perempuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab

 

Perempuan Indonesia Sehat adalah Perempuan Indonesia yang memiliki kualitas kesehatan yang baik yaitu penurunan Angka Kematian Ibu dan peningkatan kualitas gizi ibu hamil dan remaja putri.  Dalam hal ini diperlukan program/ kebijakan diantaranya : Penurunan Angka Kematian Ibu melalui penyadaran secara massif dan komprehensif pentingnya pemeliharaan kesehatan bagi ibu hamil serta penyediaan pelayanan gratis bagi ibu hamil di setiap puskesmas.  Tersedianya layanan kesehatan khusus bagi pekerja perempuan yang memadai di setiap instansi termasuk pabrik-pabrik dan perkantoran.  Pemenuhan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas se Indonesia dan penegakan hukum bagi daerah yang mengabaikan juga sangat penting agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan benar.

Kesehatan perempuan akan mempengaruhi kualitas generasi muda dan masa depan bangsa.

Perempuan Indonesia sejahtera adalah perempuan yang kehidupannya jauh dari kemiskinan dan memiliki peran ekonomi serta merasakan kualitas kenyamanan pelayanan publik bagi dirinya.  Dalam hal ini diperlukan program/ kebijakan : Penyelesaian masalah kemiskinan terutama pada perempuan misalnya melalui terwujudnya pemberdayaan masyarakat dan pelibatan peran aktif masyarakat terutama masyarakat miskin dalam seluruh tahapan proses pembangunan ; perlindungan maksimal bagi buruh perempuan Indonesia misalnya dengan memperjuangkan ditegakkannya diplomasi ketenagakerjaan secara tegas dan optimal demi perlindungan terhadap hak dan keamanan warga negara terutama buruh migran perempuan ; peningkatan kenyamanan publik bagi perempuan serta meminimalisir tingkat kekearasan fisik dan psikis pada perempuan dan anak yaitu dengan sosialisasi UU Perlindungan Anak dan UU Penghapusan KDRT kepada seluruh masyarakat dengan membentuk unit-unit pelayanan terpadu dan penyediaan sukarelawan pendamping korban.

Itulah solusi untuk bangsa ini agar memiliki harkat dan martabat yang tinggi.  Yakinlah bahwa Perempuan Indonesia Bisa. Insya

Mei
25

(Reni Astuti, S.Si ; Direktur Al Uswah Center)

 

Seorang periset lingkungan dalam artikelnya di sebuah harian ibukota menulis bahwa faktor dominan yang menyebabkan tanah longsor, banjir dan kerusakan lingkungan lainnya adalah karena tindak keserakahan manusia.  Berkurangnya resapan air di daerah hulu disebabkan oleh semakin marak berdirinya villa-villa yang hanya untuk keuntungan bisnis pribadi.  Kebijakan tata ruang kota yang tidak peduli lingkungan disebabkan oleh SDM pemerintahan yang mudah tergoda oleh keuntungan rupiah bagi sekelumit orang namun merugikan ratusan ribu hingga jutaan orang serta ratusan milyar rupiah atau bahkan lebih.

Tentu semua berharap bahwa bencana alam tidak terjadi pada masa-masa yang akan datang.  SDM yang amanah dan melaksanakan kewajiban ibadah kepada Sang-Khaliq serta senantiasa mementingkan kepentingan rakyat akan mampu meminimalisir atau bahkan mencegah datangnya bencana. 

Anak-anak kita masa kini adalah SDM masa depan.  Masa depan negeri ini bergantung pada bagaimana kita menyiapkan SDM masa depan.  Pendidikan yang tepat sejak dini akan membentuk generasi yang berkualitas dalam iman dan ilmu.  Bukankah Allah SWT akan menurunkan rahmat dan pertolonganNya sekiranya penduduk bumi beriman dan  melaksanakan kewajiban sebagai hamba Allah?  SDM yang berilmu dengan dilandasi iman yang kuat pasti akan selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan, apalagi yang terkait dengan kepentingan orang banyak.

Pendidikan di usia dini yang seperti apakah yang mampu membangun pribadi yang peduli lingkungan ?  Bagaimana caranya ?

Setiap anak dilahirkan ibarat lembaran putih.  Lingkunganlah yang berpengaruh terhadap corak pribadi anak.  Lingkungan yang dimaksud di sini adalah keluarga/ orang tua , sekolah dan lingkungan sekitar (mis. televisi, teman bermain, dan budaya masyarakat). 

Keluarga  dan sekolah  sebagai subyek pendidikan berperan penting dalam menumbuhkan kepribadian anak.  Sinergi diantara keduanya akan membentuk generasi yang luar biasa.  Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan keluarga dan sekolah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan :

1.  Bekali dengan pengetahuan sejak dini

Sampaikan kepada anak (sesuai tahapan usianya) terkait dengan lingkungan disekitar kita.  Misalnya apa gunanya air, apa manfaat hujan, bagaimana berhemat dengan air, apa manfaat pohon, apa yang terjadi jika pohon-pohon di hutan ditebangi, mengapa terjadi banjir, bagaimana membuang sampah yang benar, mengapa kita harus menjaga lingkungan atau hal-hal terkait lainnya.  Limbah pabrik, polusi udara atau proses daur ulang juga akan dipahami anak jika orang tua menyampaikannya dengan cara yang tepat.  Penyampaian akan menarik dan berkesan bagi anak jika dilakukan dengan gaya yang menyenangkan.  Melalui dongeng, bernyanyi, percobaan-percobaan sederhana, mewarnai dan menggambar bebas, kegiatan eksplorasi buku atau praktek langsung dengan menanam pohon atau berjalan-jalan di taman kota sambil sesekali berdialog dengan anak.

  1. Mulai dengan pembiasaan dan keteladanan

Hal yang biasa diajarkan dan dilakukan orang tua atau guru akan dianggap suatu kebenaran oleh anak.  Jika orang tua terbiasa membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, merawat tanaman, memberi makan dan merawat hewan peliharaan, membersihkan lingkungan sekitar rumah/ sekolah tentu akan ditiru oleh anak.

  1. Menumbuhkan rasa tanggung jawab

Anak yang bertanggung jawab tentu akan memperlakukan lingkungan sekitarnya dengan baik.  Biasakanlah agar anak mengikuti aturan-aturan dan hukum di rumah dan si sekolah dan di komunitas bermainnya.  Biasakan kepada mereka untuk selalu berbuat yang terbaik dan bermanfaat untuk orang lain. 

  1. Menumbuhkan kecerdasan spiritual

Kecerdasan intelektual tanpa di landasi dengan kecerdasasan spiritual tidak akan membawa maslahat untuk orang banyak.  Buktinya adalah konsidi bangsa kita saat ini.  Bangsa ini cukup banyak orang-orang pintar. Baik dalam tataran politik atau akademisi.  Namun, ketika gemilaunya harta dunia datang menggoda tidak sedikit dari mereka yang terperosok dan akhirnya memilih kesenangan sesaat tapi merugikan kepentingan banyak orang. 

Usia dini adalah usia yang tepat bagi penanaman nilai-nilai spiritual.  Ketaatan kepada Allah melalui shalat lima waktu, berdoa, berbakti kepada orang tua, berbuat baik dengan sesama  adalah sesuatu yang harus dibiasakan kepada anak.  Orang tua hendaknya tidak berpikir ‘nanti dulu’ dalam pendidikan keimanan.  Kesenangan dalam melaksanakan ibadah merupakan indikator keberhasilan dalam kecerdasan spiritual.

Mendidik anak-anak adalah menyiapkan peradaban.  Semoga anak-anak kita menjadi pemimpin amanah yang akan membawa kebaikan buat umat, bangsa dan agama. Amin

Wallahu ‘alam

Mar
05

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Warga Surabaya….
Melalui lembaran ini
ijinkan kami mengenalkan diri
Terima kasih atas waktu dan kepercayaannya

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

Nama lengkapnya Reni Astuti, biasa dipanggil bu Reni. Lulusan Statistika ITS ini juga pernah kuliah di Ma’had Ukhuwah Islamiyah. Kegemarannya dalam berorganisasi dan kepeduliannya kepada masyarakat membawanya aktif dalam pemberdayaan perempuan, sebagai konsultan dan pemandu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan pembina majlis ta’lim. Uniknya kehadirannya tidak hanya menjadi pemateri digedung pertemuan mewah, diapun bersedia tanpa di bayar hadir ditengah-tengah masyarakat yang ada di gang-gang kecil sekalipun, baik untuk ceramah agama ataupun penyuluhan tentang pendidikan anak dan keluarga diantaranya pada kegiatan PKK RT/RW. Berbagai aktifitas memberi bukti beliau telah memperjuangkan hak-hak perempuan melalui kegiatan pemberdayaan. Aksi turun kejalanpun dilakukannya.

Reni yang membiayai kuliahnya dengan dana beasiswa dan mengajar privat, semasa kuliah sudah aktif berorganisasi, kegemarannya dengan matematika mengantarkannya sebagai Tentor Primagama. Setelah lulus perempuan 36 tahun ini aktif sebagai sarjana fasilitator masyarakat pedesaan. Kemampuan manajemen dan kepemimpinannya yang dimilikinya membawa ibu 4 anak ini sekarang dipercaya sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Pembinaan Anak ‘ Al Uswah Center ‘, sebelumnya selama 7 tahun terjun langsung sebagai praktisi PAUD sebagai kepala KB-TK Islam Terpadu Al Uswah Surabaya

Aktifitasnya di dunia politik dimulai sebagai tim pemenang PK (Partai Keadilan th 2004 bernama PKS) di pemilu 1999, staf bidang kewanitaan DPW PKS Jatim, kabag PSDM bidang kewanitaan DPD PKS kota Surabaya adalah riwayat amanahnya di kepengurusan PKS. Saat ini sebagai Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Surabaya

Feb
27
Reni Astuti,S.Si

Reni Astuti,S.Si