Kondisi aktual dan faktual Bangsa Indonesia saat ini menunjukkan bahwa hak-hak dasar Perempuan Indonesia termarjinalkan. Perempuan masih mengalami beberapa problema diantara rendahnya kualitas hidup perempuan, rendahnya derajat kesehatan bagi perempuan serta meningkatnya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Rendahnya kualitas hidup perempuan terlihat tingginnya angka buta aksara. Pada tahun 2006, penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang buta aksara menurun 8,07 persen atau 12.881.080 orang. Dari jumlah tersebut, 68,5 persennya adalah perempuan (Depdiknas, 2006). Penduduk Indonesia yang masih buta aksara umumnya berdomisili di pelosok pedesaan maupun di daerah-daerah terpencil. Faktanya, dari 12,8 juta penduduk yang buta aksara, sebanyak 10,4 juta (81,2 persen) berada di 10 provinsi. Berturut-turut sesuai jumlah buta aksara terbanyak, 10 provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Banten, Bali, dan Lampung.
Kemiskinan juga masalah krusial yang berpengaruh pada kualitas hidup perempuan. Pada tahun 2006, BPS memperkirakan hampir 17,4% dari total penduduk Indonesia masih hidup dalam kondisi miskin. Keluarga miskin umumnya tidak mementingkan pendidikan bagi anaknya terutama anak perempuan akhirnya mereka tidak bisa mengenyam pendidikan yang seharusnya menjadi haknya.
Rendahnya derajat kesehatan bagi perempuan tampak pada masih rendahnya kesehatan reproduksi perempuan yaitu tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan rendahnya status kesehatan ibu hamil. AKI di Indonesia masih tertinggi di Asean, yaitu 307 per 100.000 kelahiran dan kesehatan balita yang masih terpuruk (Data Badan Pusat Statistik tahun 2002 sebanyak 25,8% balita Indonesia mengalami kurang gizi). Tingginya AKI menggambarkan masih rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk.
Momentum Menjadi Lebih Baik : Perempuan Cerdas, Sehat dan Sejahtera
Momentum hari Ibu yang juga merupakan hari peringatan Konggres Perempuan ke-80, hendaknya membangkitkan semangat untuk memberikan yang terbaik buat Perempuan Indonesia. Jika perempuan adalah tiang negara, bagaimana negara ini mampu berdiri kokoh jika tiangnya masih rapuh dan kurang diperhatikan. Apalagi perempuan sangat berperan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa. Ingatlah bahwa perempuan adalah ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih baik untuk masa depan bangsa.
Mewujudkan perempuan cerdas, sehat dan sejahtera adalah solusi bijak jika kita ingin bangsa ini memiliki harkat dan martabat yang baik dan disegani oleh negara lain. Pemerintah bersama segenap elemen masyarakat harus memprioritaskan program-program yang berdampak pada terwujudnya perempuan yang cerdas, sehat dan sejahtera.
Perempuan Indonesia Cerdas adalah perempuan Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya, memiliki keterampilan hidup (life skill) sehingga mampu hidup mandiri mampu menolong diri sendiri sehingga tidak mudah dikelabui atau dijadikan obyek kekerasan. Dalam hal ini diperlukan program/ kebijakan diantaranya : Peningkatan pendidikan formal bagi perempuan; peningkatan kesadaran terhadap hak dan kewajiban serta Peningkatan kemampuan life skill perempuan.
Dengan Kecerdasan yang dimilikinya, perempuan Indonesia dapat menjadi perempuan yang berdaya yaitu perempuan yang mampu berperan aktif dan memberikan kontribusi positif melalui gagasan dan karya bagi kemajuan bangsa, mampu bersikap kritis bagi kebijakan publik yang merugikan dan mengancam kehidupan bangsa, mampu meningkatkan peran perempuan di lembaga pengambil kebijakan dan memberikan jaminan bagi penyaluran aspirasi perempuan dan keluarga, mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan serta melakukan pembelaan atas pelanggaran yang ada, dan mampu melakukan penolakan atas upaya-upaya eksploitasi perempuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab
Perempuan Indonesia Sehat adalah Perempuan Indonesia yang memiliki kualitas kesehatan yang baik yaitu penurunan Angka Kematian Ibu dan peningkatan kualitas gizi ibu hamil dan remaja putri. Dalam hal ini diperlukan program/ kebijakan diantaranya : Penurunan Angka Kematian Ibu melalui penyadaran secara massif dan komprehensif pentingnya pemeliharaan kesehatan bagi ibu hamil serta penyediaan pelayanan gratis bagi ibu hamil di setiap puskesmas. Tersedianya layanan kesehatan khusus bagi pekerja perempuan yang memadai di setiap instansi termasuk pabrik-pabrik dan perkantoran. Pemenuhan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas se Indonesia dan penegakan hukum bagi daerah yang mengabaikan juga sangat penting agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan benar.
Kesehatan perempuan akan mempengaruhi kualitas generasi muda dan masa depan bangsa.
Perempuan Indonesia sejahtera adalah perempuan yang kehidupannya jauh dari kemiskinan dan memiliki peran ekonomi serta merasakan kualitas kenyamanan pelayanan publik bagi dirinya. Dalam hal ini diperlukan program/ kebijakan : Penyelesaian masalah kemiskinan terutama pada perempuan misalnya melalui terwujudnya pemberdayaan masyarakat dan pelibatan peran aktif masyarakat terutama masyarakat miskin dalam seluruh tahapan proses pembangunan ; perlindungan maksimal bagi buruh perempuan Indonesia misalnya dengan memperjuangkan ditegakkannya diplomasi ketenagakerjaan secara tegas dan optimal demi perlindungan terhadap hak dan keamanan warga negara terutama buruh migran perempuan ; peningkatan kenyamanan publik bagi perempuan serta meminimalisir tingkat kekearasan fisik dan psikis pada perempuan dan anak yaitu dengan sosialisasi UU Perlindungan Anak dan UU Penghapusan KDRT kepada seluruh masyarakat dengan membentuk unit-unit pelayanan terpadu dan penyediaan sukarelawan pendamping korban.
Itulah solusi untuk bangsa ini agar memiliki harkat dan martabat yang tinggi. Yakinlah bahwa Perempuan Indonesia Bisa. Insya

